Belajar Dari Kasus Audrey Kalimantan – Zaman sekarang kasus pembulian Semakin menjadi jadi, bukan hanya di sekolah tapi juga di tempat kerja, bukan hanya ke yang mudah tapi ke siapapun juga. Dan tanpa disadari, diri Kitalah yang mungkin jadi pelakunya.

Berawal hanya dari bercanda lalu menjadi biasa, yang akhirnya membuat orang lain terluka. Maka dari itu berhati-hatilah dalam perkataan maupun tindakan. Karena jika kita salah, sebuah luka tidak akan sembuh begitu saja. Bagaikan sebuah paku yang menancap pada kayu, walaupun dicabut bekasnya tetap ada.

Belajar Dari Kasus Audrey

belajar dari kasus audrey

Setiap orang memiliki masa depan yang cerah dan indah. Tapi kadang bullying bisa membuat semuanya musibah. Jika kamu adalah korbannya semoga pesan ini bisa membantu kamu menghadapinya. Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah

  1. hidari masalah, jangan didekati Begitu juga dengan pembully sebisa mungkin hindari pembully, dan situasi dimana bullying bisa terjadi. Bijak dalam pertemanan dan hati-hati dalam memilih lingkungan pergaulan.
  2. Abaikan ejekan cacian Makian semua itu hanyalah hasutan negatif ya nggak perlu ditanggapi, apalagi dikomentari. Pembalasan hanya akan memperburuk masalah bukan menyelesaikannya. Abaikan, Bukan karena kamu lemah, tapi Justru itu membuktikan bahwa kamu lebih dewasa dalam mengatasinya.
  3. Bicarakan, jika kamu bungkam pembully nanti malah akan menjadi jadi, bicarakan kepada orang tua kepada guru keluarga atau orang yang kamu percaya, bisa bercerita dan terbuka adalah langkah pertama agar mereka pun bisa ikut membantu kamu mencari solusinya.

Dan seburuk apapun bullying yang pernah kamu alami, Hari ini saya ingin kamu tahu bahwa itu bukan salahmu dan kamu tidak seharusnya diperlakukan seperti itu, janganlah merasa bersalah apalagi merasa tidak berharga. jadinya baja yang semakin kuat ketika di tempa, jadilah Ilalang yang tetap hidup walaupun di injak orang. Saya yakin kamu bisa.